by Gita Savitri Devi

1/05/2017

Apply Visa Turis ke Amerika Serikat

It's 2017 already! In 2016 I managed to publish 10 blog posts which is quite impressive. Let see how productive I can be this year.

As you might already know I visited New York last month. Sebenernya itu semua hasil dari impulsivity gue. Nyokap gue menawarkan liburan ke Indonesia beberapa minggu, tapi gue bilang gue mau ke USA aja. 4 minggu kemudian pesawat yang gue tumpangi nyampe di Bandara John F. Kennedy. It was a quick process. Di tulisan kali ini gue ingin sharing pengalaman gue dari awal banget gue mau bikin visa dan pengalaman gue selama liburan di sana. Let's get to it!

Gue sebenernya sudah cukup familiar dengan urusan visa ke U.S. Di tahun 2001 gue dan keluarga dapet visa B1/B2 selama 5 tahun dan visa tersebut kami pakai untuk jalan-jalan ke West Coast area di tahun 2006. Saat itu adalah kali pertama gue jalan-jalan ke luar negeri. Sekalinya jalan, perginya langsung ke tempat yang jauh. Karena sudah ada pengalaman, gue sedikit-banyak lumayan ngerti lah kira-kira gimana prosesnya dan apa aja dokumen yang diperlukan. Lagipula jaman sekarang semua informasi bisa didapetin dengan mudah thanks to Google. Bahkan sekarang sepertinya semua lebih simpel. Kalau dulu kita harus menyertakan tiket pesawat bolak-balik ketika interview visa, sekarang kita nggak boleh menyertakan/booking tiket apa-apa dulu karena belum tentu kita akan diberi visa. Fyi, gue apply visa nya bukan di kedutaan U.S. di Jakarta, ya. Gue apply di U.S. general consulate di München.

So, the first thing I did was heading to U.S. government website, "How to apply for US tourist visa". Di sana dibilang kalau kita harus mengisi formulir DS-160. Sebelum mengisi formulir kita harus udah menyiapkan:
  1. U.S contact yang bisa mengkonfirmasi kalau data-data yang lo kasih itu legit (nama, alamat, nomor telefon yang bisa dihubungi)
  2. Alamat ketika lo berada di U.S. nanti. Lo bisa pake alamat AirBnb, hotel, hostel, atau alamat temen lo yang akan lo inepin
  3. Foto 5x5 lo (background putih) yang berbentuk digital, karena nanti lo akan disuruh upload ini di page terakhir formulir DS-160. Kalo sizenya kegedean di website U.S. gov ini disediakan tools untuk resize byte fotonya supaya sesuai dengan ketentuan, kok. Jangan langsung panik.
Inget, siapin dulu semuanya. Karena once lo mengisi formulir ini, lo harus mengisi semua kolomnya dan nggak bisa nge-save formulirnya kalau kolomnya nggak lengkap. It means lo harus mulai dari awal lagi. Intinya kalo lo udah selesai ngisi satu halaman jangan lupa save formulirnya karena kalo nggak lo akan berakhir seperti gue yang harus ngisi formulirnya sampe 6x.

Setelah formulir DS-160 lengkap surat konfirmasinya harus diprint dan dibawa saat interview nanti. Gue baru tau nih ternyata kalau lo nggak bawa suratnya lo bisa print di kedutaan, karena di sana disediakan komputer dan printer untuk orang-orang yang kelupaan ngeprint confirmationnya. Habis itu lo harus membayar biaya permohonan visa sebesar 160 USD. Setiap negara cara bayarnya beda-beda. Kalo di Jerman sih ada opsi sofort Überweisung (transfer langsung via internet), jadi gue bisa langsung pilih tanggal appointment buat interview visa. Tanda bukti pembayaran juga harus lo print dan lo bawa pada saat interview.

Moving on ke memilih tanggal untuk interview. Salahnya gue saat itu adalah gue udah booking AirBnb dari tanggal 20-29 sebelom gue dapet visa. Jadi gue hanya ada waktu kira-kira 3 minggu sebelum keberangkatan dan mau nggak mau gue harus dapet visanya, kalau nggak duit gue hangus. Don't be like me! Apply visa dari jauh-jauh hari. Paling nggak 2 bulan sebelum tanggal lo berangkat, lah. Karena bisa aja semua tanggal interview visa nya udah fully booked. Gue tinggal di Berlin, tapi gue sampe harus ke München buat interview visa. Why? Karena di Berlin semua tanggal udah fully booked sampe Januari 2017. Gue hanya punya dua pilihan; ke Frankfurt atau ke München. Di Frankfurt tanggal yang available baru ada 12 Desember dan di München 6 Desember (tanggal gue nyari-nyari appointment kalau nggak salah 21 November).

Setelah semua yang di atas udah dilakuin, sekarang mulai deh lo ngumpulin dokumen yang kiranya akan berguna buat interview visa nanti. U.S. visa interview terkenal menyeramkan. Terutama buat orang-orang dari negara ketiga. Bukan cuma orang dari Indonesia yang suka ditolak-tolakin, orang-orang dari India dan Pakistan juga yang gue perhatiin suka jadi korban ditolak (hasil baca forum IMMIHELP berhari-hari). Setelah gue menjalani proses ini gue mengerti kenapa banyak orang ditolak visanya. Pemerintah USA cuma takut kalau orang tersebut nggak akan balik lagi ke negara asalnya tapi malah tinggal dan menetap di Amerika. They just want us to make them sure that we're going to the U.S. for vacation ONLY. So, lampirkan segala macem dokumen yang kiranya bisa jadi bukti legit kalau kita pasti akan balik lagi ke negara asal kita. Contohnya gue. Gue adalah mahasiswa. Akan sangat membantu jika gue melampirkan kartu mahasiswa gue dan juga bonafide certificate dari Universitas kalau gue adalah mahasiswa di sana dan akan kembali lagi melanjutkan studi. Gue juga punya alasan kuat lainnya kenapa gue pasti akan balik ke Jerman. Pada saat interview gue bilang ke mas-masnya kalau gue adalah mahasiswi tingkat akhir dan akan mulai thesis bulan Februari 2017. Terbukti dia tertarik dengan hal tersebut dan menanyakan tema apa yang akan gue kerjain buat thesis. Kalau lo pekerja, mungkin lo butuh menyertakan surat dari perusahaan tempat lo bekerja kalau lo harus balik lagi. Kata orang-orang owning property di negara asal juga bisa membantu menguatkan alasan lo nggak menetap di Amerika. Something like that. Selain surat tersebut menyertakan travel itinerary juga nggak ada salahnya. Masuk akal dong kalau lo mau liburan di suatu negara lo menyiapkan to-do list dan jadwal selama lo di sana. Sertakan juga receipt/surat booking AirBnb/hostel/hotel lo di Amerika. Walaupun nggak disuruh bawa, lo juga boleh menyertakan surat financial support (kalau liburan lo ini dibayarin orang tua/orang lain), aktifitas rekening bank orang yang bayarin lo, aktifitas rekening bank lo kira-kira 3 bulan terakhir, akte kelahiran (biar ada bukti kalau yang bayarin itu beneran orang tua lo), dan paspor lama lo (apalagi kalau paspor lo penuh. Makin terbukti kalau lo emang suka traveling).

Once you're done with everything, it's time for you to prepare for the interview because the interview will be in English (at least for me). Inget semua informasi yang kiranya akan ditanya dan penting pada saat interview nanti supaya lo jawabnya bisa efisien dan nggak banyak "hmm..." atau "ergh... itu.. nganu...".




------------ DAY OF THE INTERVIEW -------------



  1. Jangan dateng lebih dari 30 menit sebelum interview mulai karena toh lo nggak akan dikasih masuk dan harus nunggu di luar. Gue nyampe 1 jam sebelum dan gue harus nunggu gelap-gelap karena matahari belom terbit (gue ambil appointment pertama pada hari itu) dan hari itu dingin banget (Jerman udah mulai memasuki winter)
  2. Nggak usah bawa barang-barang yang nggak perlu. Bawa map berisi dokumen aja atau kalau pun mau pake tas, pake tas tote bag gitu udah cukup. Nggak perlu bawa backpack
  3. Pake bajunya nggak perlu formal asalkan rapi dan masih pantas
30 menit sebelum jam appointment lo, lo akan dipanggil masuk ke dalam gedung. Sebelum itu lo akan melalui ruang security dulu buat dicheck. Setelah itu lo masuk ke gedung sebenarnya. Lo akan disambut oleh petugas yang meminta surat konfirmasi DS-160 (yang ada barcodenya) dan paspor lo (tanpa kulit/cover paspor). Kalo lo nggak bawa (kayak orang yang ngantri di belakang gue), lo bisa print di sana kok. Setelah itu lo disuruh duduk karena nanti orang-orang yang apply visa ini akan dipanggil untuk discan sidik jarinya. Setelah sidik jari discan, lo akan disuruh balik ke kursi lo karena nama lo nanti akan dipanggil untuk interview.

Sewaktu interview saran dari gue adalah jawab sekenanya. Don't over explain and provide short answers!. Banyak orang-orang yang malah "bercerita/mendongeng" sewaktu lagi interview dan omongannya melebar ke mana-mana. Hal-hal kayak gini yang malah bikin rada mencurigakan. Itulah pentingnya "latihan" sebelum interview biar lo tau kira-kira lo harus jawab apa. Jangan dibawa nervous dan anggap aja lo lagi ngobrol sama temen lo. Eye contact juga penting! Eye contact dan senyum menandakan kalau memang tidak ada yang disembunyikan. Interviewnya nggak lama, kok. Gue cuma ditanya-tanya sekitar 4-5 menit dan dokumen yang udah gue bawa nggak ada yang diminta, kecuali paspor lama gue. Di situ cuma ada visa Jerman hiks.

Pertanyaan yang gue dapet waktu itu adalah:
  1. What's the purpose of going to the U.S.?
  2. Where do you want to go?
  3. When are you planning to go?
  4. Where are you gonna be staying?
  5. Do you know anyone in the U.S.?
  6. Who's gonna pay for your trip?
  7. What do your parents do in Indonesia?
  8. What do you do in Germany?
  9. How long have you been in Germany?
  10. What do you study?
  11. You said you'll do your thesis in February. About what?
  12. Here says that you were issued a visa in 2001. Did you use the visa?
Setelah menjawab semua pertanyaan seramah dan efektif mungkin si mas-mas baik ini bilang, "Okay, we will take your passport. You'll get it back in 2-4 day. Have a nice trip!"



Setelah 2 hari paspor gue balik dan gue dapet visa turis 5 tahun. Yuhuuu!!!

Share:

16 comments

  1. Tulisan mbak gita selalu nambah ilmu Saya. Apalagi saya yang ga tau apa apa tentang luar negeri. Baru tau kalo peraturannya seperti itu.Btw, Saya juga ngikutin Mbak gita di YouTube sama instagram, vlog mbak gita selalu bikin ilmu Saya nambah.makasi ya Mbak gita atas apa yang sudah Mbak gita share ke YouTube maupun blog ini :)

    ReplyDelete
  2. omg you're so lucky dapet 5 tahun visanya kak, meanwhile aku cuma sampe May 2017 huhu (issued nya dari desember 2016). Padahal waktu itu aku bareng temen2ku interviewnya, dan 2 orang dari kita dapet visa nya 5 tahun. Aku jadi mikir apa karena aku pake jilbab ya fotonya:(
    btw, share tentang airbnb kakak selama di NY dong kak, thanks in advance ya kak gita. salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi!

      Kayaknya emang kedutaan U.S. itu random aja ngasihnya. Aku sering baca di banyak blog orang ataupun forum, bahkan yang emang mau liburan ke sana aja bisa ditolak-tolakin padahal udah nggak ada alasan untuk nggak dapet visa. Sama dengan berapa lama di-issue visanya. Ada yang hoki banget sampai dapet 10 tahun. Aku fotonya juga pake jilbab kok. Nggak ada masalah.

      Aku akan share tentang AirBnb nya di post selanjutnya, ya. Stay tuned!

      Delete
  3. Informatif banget mba, ditunggu blog selanjutnya:)

    ReplyDelete
  4. Git gue suka bgt sama blog lo. Nulis terus ya please. Terserah mau nulis apa aja, lo curhat gue jg mau baca kok 😅 kalo diliat2 lo tipe org yg cuek bodo amatan gitu ya, penasaran deh lo pernah galau gitu ga? Biasanya krn apa? Terus ngapain biar ga galau? 😅😅

    ReplyDelete
  5. Keep Writing ya git, thanks udah menginspirasi kami BIG LOVE~ buat kamu

    ReplyDelete
  6. isi tulisannya bagus kak. bisa bantu nambah wawasan tentang apa yang engga pernah terfikirkan.
    for me, you're my inspiration. dari semua vlog dan blog mu yang sudah saya tonton dan baca, itu semua bisa jadi ilmu baru buat saya. hal hal / cara berfikirmu bisa membuat saya mengubah pola fikir saya untuk lebih optimis dan positif. terimakasih sudah bersedia berbagi pengalaman dengan semua ini yang merupakan ilmu untuk kita semua. semoga selalu sehat dalam lindunganNYa dan tetap untuk selalu berbagi hal hal inspiratif.

    ReplyDelete
  7. git februari lo udah thesis, berarti skrg lo udah lanjut s2 ya?

    ReplyDelete
  8. Terimakasih kak gita tulisannya sangat informed banget , sama seperti vlognya itu saya suka... saya jadi lebih tahu akan German gimana jadi student disana . Intinya sangat membantu sekali ka :) sehat terus yaa ....

    ReplyDelete
  9. Kak git,,,bikin visa kaya gitu di bayar nggak ??sekitar berapaan??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Ali,

      sila dibaca postingannya sampai habis. Udah ditulis semuanya lengkap termasuk biayanya :)

      Delete
  10. pernah juga merasakan bagaimana berdebar2nya ngurus visa ke amrik, dan setelah approve leganya luar biasa,..

    sekarang juga banyak di mintai bantu teman yang mau ke amrik, buat ngurus visa Amriknya

    ReplyDelete
  11. Kak gita aku mau ask dong : cara praktis ngeliat jumlah orang yang ngebaca blog kita gmna sih ????
    kasih tau ya kk yaaaa....

    ReplyDelete
  12. Hai, Gita. Salam kenal, ya. Ini pertanyaan dari orang yang males bacain forum sampai seminggu, hehe. Siapa tau kamu pernah ketemu info ini, atau lebih bisa ngira-ngira karena udah dua kali :D

    Aku sama pacarku sama-sama kerja di China. Bulan Juli ini kami mau ke US (dia orang sana) dalam rangka acara keluarganya, dan tinggal sama orangtuanya di sana. Semua pengeluaran aku selama di sana ditanggung. Kami sama-sama cuti, tapi aku dapet cutinya cuma 6 hari (hiks) jadi aku pulang duluan. Kira-kira info tersebut bakal memudahkan atau malah nyusahin ya?

    Satu lagi, passport kamu yang hilang itu nggak ditanyain? Aku juga di sini cuma pegang passport yang baru karena yang lama hilang.

    Thanks ya, Gita :)

    ReplyDelete

Show your respect and no rude comment,please.

Blog Design Created by pipdig