by Gita Savitri Devi

11/26/2016

Menjadi Seorang Introvert

Ketika gue lagi scrolling down comment section salah satu video YouTube gue, gue menemukan satu komen yang menarik.



Yes, I am an introvert. Untuk orang-orang yang tau kalau gue adalah seorang introvert mungkin mereka bingung melihat bagaimana gue mem-portray diri gue di sosial media. Terutama di video-video gue. Di mana gue terlihat tidak memiliki kesulitan untuk bersosialisasi dengan orang. Firstly, I can tell you that I'm not an ambivert. Gue masih seorang introvert seperti gue dulu, gue masih lebih nyaman 3 hari nggak keluar rumah, gue masih suka males ngangkat telefon, gue masih suka menunda-nunda bales chat orang, dan gue masih tergolong dalam geng INTJ female. Untuk yang nggak tau apakah itu INTJ, INTJ adalah salah satu dari 16 Myers-Brigg traits yang ada pada manusia. Fyi, cewek INTJ adalah yang paling rare. Di dunia ini cuma ada 1% dari kami. INTJ sendiri adalah salah satu trait yang paling jarang dan hanya terdapat 3% dari seluruh populasi di dunia. Isaac Newton was an INTJ. Begitu juga dengan Stephen Hawking, Mark Zuckerberg, dan Elon Musk.

Menjadi seorang INTJ yang bergelut di sosial media dan dunia maya secara umum adalah hal yang nggak mudah. At least buat gue. Tiap hari gue bertemu dengan berbagai macam kebodohan yang dilakukan orang di internet, such as asking obvious question to being a plain idiot and left me completely speechless. Stupidity is one of my biggest pet peeves. Just stupidity in any form. I got cancer whenever I see people on the internet, especially Indonesians, who are mostly shallow and ignorant. Berita-berita hoax bisa jadi bahan berantem di Facebook, hal-hal nggak penting bisa jadi bahan omongan di Instagram, komen-komen nggak penting bisa aja dikomenin di YouTube. The struggle becomes more real because keeping my mouth shut all the time is the only choice I have. But if you see some things from me that you don't quite understand or you think I'm too mean, too blunt, too arrogant, too this, or too that. It's because of my personality trait.

Ketika gue menutup diri untuk berteman dengan orang Indonesia aja (karena dulu gue berpikir berteman dengan orang beda kultur itu exhaustion. Di mana gue, yang nggak minum dan nggak party, harus ikutan bergaul ala mereka), I've never seen myself fit in any circle. Lingkaran pertemanan terbaik yang pernah gue temui ya cuma temen-temen deket gue sejak SMA. Terbaik dalam hal bebas drama, bebas tipikal pertemanan wanita yang haha-hihi dan nongkrong cantik, dan bebas hal-hal pretentious dan superficial. Di situ gue merasa gue bisa menjadi the realest version of myself. I'm not afraid to sound mean, cold, not interested, or not care. Karena mereka tau gue memang nggak pandai mengekspresikan perasaan gue, gue nggak bisa yang bubbly peluk-pelukan dan miss you-miss you-an sama temen gue, dan nggak suka yang selalu melakukan percakapan yang nggak bisa bikin gue jadi pinter a.k.a cuma gosipin orang. Sampai lah gue di momen di mana gue harus pindah negara. Pindah negara berarti lingkungan baru, orang-orang baru, cara bersosialisasi yang baru. I did find some inspiring people, whom I like to have conversation with. Karena setiap ngobrol sama mereka gue belajar hal baru, obrolannya positif dan berfaedah, dan yang pasti membantu gue untuk tumbuh. Tapi banyak juga lingkaran atau orang-orang yang gue temukan, yang terlalu mengada-ngada. Semua hal yang dilakukan dan obrolannya mengada-ngada, cuma ketawa-ketawa, nggak ada maknanya, kosong, dan bikin bosan. Di situ lah gue merasa muak dengan manusia dan memutuskan untuk masuk lagi ke kandang. Sesekali gue keluar rumah untuk ketemuan sama orang yang kiranya worth waktu gue. Itupun gue lakukan karena otak gue butuh ngobrol dan diskusi 4 mata. Pada saat itu banyak yang menyebut gue manusia goa, karena gue jadi jarang keluar rumah dan jarang kelihatan. Because at that time people I met so far didn't impress me.

Lalu gue tiba-tiba terpikir untuk mencari lingkaran lain selain temen-temen Indo ini. Untuk menghilangkan kebosanan ini mungkin gue harus lebih terbuka dengan orang baru. This time I tried to open up to people with different cultures. I did really well tho. I went to some events and places alone dan di sana gue kenalan sama orang-orang. Dan perkiraan gue nggak salah. Beda kultur = beda mentalitas = beda latar cerita. Beda = sesuatu yang baru = bosannya hilang. Yeayy... Sekarang gue bersemangat lagi untuk bersosialisasi. Akhirnya gue pun makin sering pergi sendirian dan kenalan sama orang lain. Bahkan gue sampe ikut pertukaran pelajar segala demi buat ketemu orang baru. Makin gue encounter social situation, makin gue sadar kalau ternyata introversion ini bisa gue situasikan. Sekarang gue jadi makin bisa untuk nge-switch kapan gue harus introvert dan kapan gue harus outgoing. Gue juga jadi mengerti kalau gue nggak semata-mata malu atau susah bikin teman, tapi ternyata gue males kalau bertemannya cuma begitu doang. Buktinya ketika gue ketemu orang-orang ini, yang bisa gue ajak ngobrol panjang dan berat dari A sampai Z, gue merasakan kepuasan dan kegembiraan yang mendalam karena akhirnya gue nggak usah lagi memakai topeng pura-pura goofy, pura-pura warm, pura-pura sering ketawa, pura-pura jadi tipikal cewek rempong. Apparently I can be myself when I'm with the right people and I'm willing to socialize with them. Gue selalu dapet insight baru ketika bertukar pikiran dengan mereka, karena latar belakang kultur kami yang berbeda. Gue bisa mencoba untuk relate ke mereka karena mereka punya fokus berbeda dengan gue. Intinya adalah gue bisa banyak belajar tentang manusia.

Anyways, ketika lo melihat gue nyaman ngobrol dan bergaul dengan orang lain. Itu berarti gue sedang bersama orang-orang yang tepat :)


Share:

81 comments

  1. berharap selalu, pada saat gita bergaul dengan lingkungan baru selalu bisa menambah rasa syukur dan ketaatan pada allah. amin. tetap ngeblog dan ngevlog yang bermanfaat ya. terimakasi selalu jdi inspirasi

    ReplyDelete
  2. Thanks kak git, semua note di blog nya jadi inspirasi aku

    ReplyDelete
  3. Makasih kak gita buat postnya. Sangat inspirational :))

    ReplyDelete
  4. I just known that I'm one of INTP yang sedikit banyak memiliki kesamaan dan perbedaan dengan INTJ. After I read this article I've blown away gimana ka gita survive dengan cara berpikir orang2 yg ada, krn gua merasakan hal yg sama selama ini like I have to wear mask everyday krn most of teenager at my age dont understand about what I'm talking about dan gua harus berpura2 "tertarik" dgn pembicaraan mereka. Thanks buat menginspirasi gua :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gw bukan kak gita (sori bgt ahaha) tapi gw ngerti situasi lo. Situasi ketika level pembicaraan lo dgn temen2 sebaya lo gak sama. Gw jg kyk gitu. Jadi akhirnya gw lbh cenderung temenan sm yang lbh tua dr gw.

      Mnrt gw sih lo g perlu pake mask itu terus2an. Itu kan jd munafik yak lama2. Kadang2 mungkin ada saatnya lo puas dengan keberadaan lo sendri dan ya...immerse yourself dengan hal lain yg lebih berguna daripada kebodohan "temen2". Akibatnya sih lo sering sendiri (banget, kyk gw), tapi pd akhirnya dgn lo jadi diri lo sendiri, lo bakal ktmu orang2 yang bermutu yang tertarik sama karakter lo (alias ktmu temen beneran).
      Intinya sih: dont lose yourself for other people (beh).
      Smoga jawaban gw bermanfaat hahahah

      Delete
    2. Sama. Pernah gitu aku nyoba ngajak teman ngobrol membahas apa yang aku inginkan. dianya diam aja. trus aku nanya, "kamu paham gak apa yang aku omongin?" dia jawab, "gak." Dan sampai sekarang pun aku masih pura-pura tertarik dgn pembicaraan mereka. btw, aku INTP jugaa.

      Delete
    3. geng INTP hehe, dikit mirip sama INTJ emang sih ya. haha

      Delete
  5. kak Gita, aku juga seperti itu... aku cuma bisa bergaul sama orang yang aku nyaman sama dia, aku juga suka dirumah terus sampe-sampe harus dipaksa dulu kalo mau keluar rumah...

    ReplyDelete
  6. Kak Gita maaf ya out of context.. Jangan pake font ini dong buat blog-nya, mataku yang minus nan silinder ini butuh usaha ekstra untuk baca sampe abis meski udah zoom untuk jaga jarak penglihatan. But buat tulisannya as always aku suka hahaha..Cara kak Gita menulis itu ngalir banget, I'm introvert and INFJ we have some similarities so I do feel you, kak. But unfortunately I haven't find those kind of friends.

    ReplyDelete
  7. I know what you feel, Git. Gue juga INTJ dan emang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ketimbang harus keluar tapi tujuannya enggak jelas. Gue bukan tipe orang yang ansos, gue bergaul ke semua orang. Tapi hanya beberapa orang doang yang berteman dekat dengan gue. Setuju kata lo, ketika kita bertemu orang baru, yg berbeda culture gue banyak belajar hal baru dan pengalaman baru dari mereka. Enggak jarang gue muak sama orang-orang sekeliling gue, yang udh mulai sok sok kritis ngemukakan pendapat tapi isinya kebanyakkan omong kosong. Gue seringkali dibilang aneh, karena jalan pikiran gue yang kayak gini.
    Semoga lo bisa selalu inspirasi banyak orang Git dan selalu ngasih banyak impact positif ke semua orang terutama buat remaja Indonesia. Tetap berkarya Git!

    ReplyDelete
  8. hi, ka Gita, glad to know that i'm not alone hehe, aku ngerasa kaya gitu ka Git, dapet pengetahuan sama inspirasi baru nih baca blog nya ka Gita, hehe^^

    ReplyDelete
  9. INTJ female can relate (~u,u)~

    Bersyukur banget kak punya orang tua yang open minded dan gak membatasi kemana kakak bisa pergi dan exploring experiences. It means a lot banget kaan ketemu orang baru ke tempat yang belum pernah kita kunjungi like a recharge moment

    My ESFJ mother punya pemikiran berbeda tentang aktivitas keluar rumah daan here I am staying in the house all the time dan super duper jarang keluar rumah selain untuk jajan makanan or she'll turn panic :'D Like my bedroom is my lil' world & internet such my door to another world LOL~

    Keep writing >,<

    ReplyDelete
  10. I'm an ISFP kak Git, but I know how you feel so well. As an Introvert, it's better for me to stay at home. Gue keluar rumah juga cuma buat hal-hal yg penting aja. Gue ngerasain apa yang lo rasain bgt kak, ketika bertemu lingkungan PPI yang sebagian pembicaraannya hanya haha-hihi dan kalau jalan kadang agak gak bertujuan. Gue ngerasa kosong bgt dan emang ujung-ujungnya pelarian ke temen deket SMA lagi buat dapetin obrolan yang bener hahahaha. Tapi gue ngerasa lo hebat bgt sih bisa byk ketemu orang baru di sosmed. Goodluck!

    ReplyDelete
  11. Assalamu'alaikum kak Gita. I'm a follower in your blog, youtube, and instagram accounts from 6 months. I feel excited to know you as a socmed user. I never meet an inspirative story as my lesson and I never found that in socmed before hehe. You give me other perspective about how to thinking, how to caring around us, and what we can do as Indonesian Intelectual Teenagers. Thank you kak, hope you get your own success and very nice to know you!(:

    Fyi, I never have a braveness to write a comment on your post. This is my first time kak, hehe.

    ReplyDelete
  12. kak gita Im an INTJ too. maybe that's why i have same paradigm with you. not only about personality, but also about social, life, dakwah, and future. emang kak kita itu jarang. kadang cara pikir kita juga suka dianggap aneh sama orang lain. sebagai seorang yang introvert, kalo ngomong sama orang, sukanya langsung to the point, ga suka basa-basi. gue orangnya lebih tertutup. gue juga orangnya ga pedulian sama orang lain. lo-lo gue-gue. gue cuman temenan sama orang yang menurut gue nyaman. gue juga lebih suka mikir sendiri daripada harus diskusi sama orang lain. tapi lama kelamaan gue sadar, cara pemikiran gue yang kayak gini gak akan bisa mengubah kondisi masyarakat saat ini. gue harus peduli sama orang lain. gue gak bisa terus menyalahkan gue sebagai seorang yang INTJ biar gue gak lebih terbuka sama orang lain. pas pertama kali tau kak gita, bener-bener terinspirasi banget. sebagai seseorang yang INTJ, kak gita bisa tuh aktif di medsos, nulis tulisan-tulisan yang isi nya bentuk kepedulian kak gita sama masyarakat saat ini. walaupun tinggal di negara yang mayoritas non muslim, tapi kak gita bisa survive di tengah gempuran culture yang berbeda dengan indonesia dan juga islam. kak gita emang udah jadi role model buat gue. semoga semua yang kakak cita-cita kan terwujud. vielen danke!

    ReplyDelete
  13. Halo, Mbak Gita. I'm INTJ btw. Kurang lebih sama kayak yang dibilang di post yang ditulis mba Gita, and I really enjoy being INTJ. biarpun temen-temen sekelas atau beberapa orang bilang "karaktermu langka ih" but, it's okay. kita tetap bisa organizing yang oke dengan lingkungan sekeliling kita. hope u fine in Berlin :))

    ReplyDelete
  14. I can relate git.. Gw jg cm bisa nyaman dg beberapa orang.. But it's getting better since I joined debating community jaman S1.. And also took master degree.. I dunno, tp rasanya gw bertemu orang2 yg sepemikiran sama gw.. Ky yg lo bilang "yang omongannya ada isinya".. But then, ketika udh nikah, adaptasinya bener2 jempalitan git kalo gw.. Hahaa.. It's much more complicated than I thought before.. Tapi beruntung gw punya partner hidup yang melengkapi & menenangkan banget.. Malah curhat gw.. Hahaha.. You do much progress git berarti.. Gw subscriber yutub lo & follower IG lo.. Tp gw br tau kalo lo INTJ.. Salut gw.. Sukses selalu.. 😇

    ReplyDelete
  15. Hi, Kak Gita. Baru blogwalking di blog kamu nih. Tau kakak dari youtube kemudian lanjut ke IG. Dan ternyata kakak INTJ juga, we are same kak! hihi. Tetep berkarya ya, Kak Git. Doakan kami anak bangsa yang lain bisa nyusul Kakak dengan project-project pendobrak kemaslahatan bangsa. Aaamiin. :)

    ReplyDelete
  16. Gue sih lebih parah kayaknya level ke-introvetannya, bisa betah berhari-hari ga ngomong kalo ga penting2 amat. Suka bingung ngomong apa apalagi sama orang baru atau literally temen cuman ga gitu klop, parahnya lagi kalo nerveous jadi gagap dah. Mau cerita begini, agak malu sih cuman kayaknya I found the right circles to share with. Jadi, banyak banget yg gagal paham sm gue dan jadilah apa2 dan kemana aja sendiri.

    ReplyDelete
  17. Suka sama tulisan kak Gita yang ini. Bahas di VLOG tentang ini dong kak :)

    ReplyDelete
  18. Itu tes mbti dimana kak? Setiap kali aku tes beda-beda. Apa seharusnya sama disetiap tes mbti walau soalnya beda?

    ReplyDelete
  19. Hai Git, jujur gue seneng banget baca ini..

    Gue jadi tau ternyata gue seorang INTJ juga sama ky lo..

    sebelum gue tau itu, kadang gue bertanya2 kenapa gue justru merasa ga nyaman temenan sama cewek, dan justru lebih nyaman sama cowok..

    gue mikir apa gue tomboy dll, tapi juga gue ga ngerasa, karena gue tetep bisa nyaman sama temen cewek juga kok kenyataannya..

    ternyata setelah baca blog lo, gue jadi tau, yg ga gue suka adalah haha hihinya mereka, gosip, atau melakukan hal2 yg menurut gue wasting time dan ga berfaedah..

    hal2 ky gitu lebih banyak dilakuin sama cewek daripada cowok..

    dan yg bisa nyambung sama gue ya temen2 cewek dan cowok yg emang bisa gue ajak bicara berat, ga banyak haha hihi, punya visi dll..

    ya orang yg tepatlah..

    sekali lagi thanks ya git buat sharingnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, INTJ is the more specific type of introversion. You disliking small talks doesn't mean you are an INTJ. Any introvert would hate small talk. I suggest you to take a proper personality test to find out what trait you have.

      Delete
  20. Being introvert doesn't mean you have no social skills. Gue punya temen yang kata orang, dia jago public speaking, penyiar, stand up comedian, MC, pinter nulis, bisa jadi "life of a party" but you know what? He's an introvert!

    Dia udah "mengecoh" banyak orang. Orang pikir dia ekstrovert. Lalu, dia ngasih penjelasan gini,"Lu harus bedain skill dan the way lu recharge energi lu."

    Dia melanjutkan,"Public speaking, socializing, itu skill. Makanya ada istilah people/social skill kan? Makanya ada orang yg pendiem tapi begitu pidato.. mempesona kan? Karena apa? karena itu skill. Nah.. introversion itu cara lo ngecas energi lo. Kalo lo ngerasa berenergi lagi dengan menyendiri atau having deep conversation.. 90% lu introvert. "

    terus muncul pertanyaan,"berarti si introvert tapi bisa jago public speaking, blending in social events, gimana tuh?"

    "ya dia bisa.. tapi bakal cepet habis batrenya."

    ..
    and one more thing.

    He's me.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Finally something INFPs can relate too. Orang banyak ngira gue ekstrovert karena gue bisa public speaking, tapi berubah pikiran karena sehabis social events, gue selalu ngambil waktu untuk diem di pojokan sambil dengerin lagu.

      Nggak tau aja mereka kalo batre gue udah habis.

      Lo emang 'mengecoh' gue sih. Gue nggak nyangka bakal ada plot twist di akhir komen lo.

      Delete
  21. btw, I'm an INFP.

    Dan selalu menyenangkan mengaitkan diri kita ke sosok INFP/ INTJ populer. right?

    OOT..
    but I have a great recommendation for you: read markmanson.net. His thougths are...

    ReplyDelete
  22. sebagai seorang intp gw juga ngerasa hal yang sama... bukannya gak mau berinteraksi sosial, tapi kalo interaksi sosial itu gak mutu ngapain juga harus dijalani,

    ReplyDelete
  23. Hi, kak git. Terimakasih post-nya udah menginspirasi gue juga. Cerita kak gita memang selalu melihat dari sisi lo yang apa adanya, anak muda gak selalu isi waktunya hura-hura atau kepengen jadi tenar karna pergaulannya yang nganggep 'masa kini' itu dikira jalan pintas untuk jadi famous terlebih di sosial media.
    Tapi Kak Gita, beda. Lo gak jadiin sosial media buat tempat dimana lo jadi tenar atau pamer pameran, tapi lebih menginspirasi, ya menginspirasi banyak orang loh kak. Lo tampil natural dan apa adanya ketika lo ngevlog dibanding vlogger vlogger sebelah.
    Yes, you're my favorite vlogger, kak git.

    Semangat terus ya kak buat menyalurkan ide-inspirasinya. Tetap selalu menginspirasi kita semua! :)

    Ps: oh iya kak git, mau sedikit mengkoreksi mengenai yang MBTI itu, kalau gak salah sesuai sama yang gue baca dulu, populasi 1-3% itu INFJ kak yang paling rare. Bisa di cek disini kak (http://www.si-pedia.com/2013/12/tipe-kepribadian-infj.html). Itu sih yang gue tau kak, tapi gak menutup kemungkinan kalau gue yang keliru ya kak gitaaa.

    ReplyDelete
  24. suka kata" yg ini Anyways, ketika lo melihat gue nyaman ngobrol dan bergaul dengan orang lain. Itu berarti gue sedang bersama orang-orang yang tepat :)
    soalnya aku juga introvert...dan gak bisa pindah dari comfort zone ku

    ReplyDelete
  25. kalau aku test ternyata aku seorng INFJ kak...

    ReplyDelete
  26. Hello my fellow INTJ! Seneng banget bisa baca2 blog kamu Git. Sebagai seseorang yang tergolong INTJ juga (I=90%, In=73%, T=100%, J=73%), aku beneran bisa relate ke hampir semua tulisan kamu. It's hard being those rare 1% living in this world, surrounded by (mostly) those shitty and ignorant people. But, we can always choose, either to keep ranting or, perhaps, inspiring others by changing a lil bit of their mindset. And I do appreciate that you choose to inspire others through writing :)

    Pertama kali ngeliat kamu di video Tanah Airku saat aku harus merayakan 17an di dorm kampus Manchester 2014 lalu. I cried a lot. Lol. Anyway, keep inspiring and writing your blog. Would love to read all your stories. Cheers! :)

    ReplyDelete
  27. hallo kak Gita, I glad to know you, I think that I'm too late to know you. sepertinya hampir sama-sama kayak aku. Kalau aku dasarnya udah Introvert dan sedang mencari sisi lain yang bisa aku kembangin, waktu kuliah sempet gitu ikut organisasi well sepertinya aku nyemplung di dunia yang salah. organisasi dikampus tidak bikin tambah berkembang malah jadi lebih pendiam, harus berhadapan dengan senior-senior cunguk yang haus kekuasaan yang menutup mulut semua juniornya serasa pemikiran mereka lebih dewa, bukannya tak ingin membuat perubahan tapi apapun yang dilakukan selalu "kalo ga ada jaminan sukses mending ga usah" sad is,'t? akhirnya kembali lagi berdiam diri dirumah dan melakukan hal yang lebih baik dirumah.
    btw I love your video its inspiring :D

    ReplyDelete
  28. Wah ada blog bagus akhirnya nambah pengetahuan baru. Salam kenal ya kak Git. Setelah baca artikel ini sepertinya aku juga introvert deh (baru tau). Hmm

    ReplyDelete
  29. Nice sharing Kak Gita ^^
    As an introvert girl aku juga pernah ngerasain hal yang sama. Pernah saking nggak nyamannya sama situasi di kelas aku dateng ke kampus bukannya masuk kelas tapi malah nongkrong di perpus. At that time I feel soo horrible. Sempet sedih banget nggak punya temen yg asik buat diajak ngobrol tapi gimana lagi aku kurang ekspresif, nggak bisa sok sksd, atau haha hihi ngobrolin yang nggak penting apalagi ngegosipin orang.
    Tapi saat aku kenalan sama orang baru, ikut event-event seru ternyata aku enjoy and I can socialize well.

    Menurutku mungkin orang-orang introvert ini bukannya anti sosial atau nggak punya social skill yang baik tapi mereka justru ingin membangun social environment yang berkualitas :)

    ReplyDelete
  30. Halo kak gita...
    Kayaknya aku terlambat baca postingan di blog kak gita. ������ baru liat sekarang.
    Awalnya aku nemu youtube kak gita itu gara gara searchibg jung joon hyung. Dari situ aku penasaran banget sosok kak gita. Terus aku liat kaka ternyata kuliah di jerman. Aku nonton beberapa videonya kak sama video yg coolyah itu. Dari beberapa yg aku liat kaka memang kelihatan introvet. Tapi kalo di liat dari video yg coolyah sampe yg punya kaka pribadi kaka banyak perubahan, lebih terbuka dari yg coolyah. Di coolyah itu kelihatan banget kalo kaka introvet. Sorry ya kak kalo aku sok. Ini cuman pendapat aku aja. Tapoi perubahan yg terjadi sama kaka itu keren banget dan apalagi kaka sekarang sudah banyak menginspirasi banyak orang termasuk aku.
    Dulu waktu kecil aku juga pernah introvet tapi gak parah parah banget sih. Dulunya waktu SD - SMP aku tertutup banget jarang banget keluar rumah. Dulu betah banget habis pulang sekolah gak pernah keluar, kerjaannya pulang sekolah ngerjakan pr, mandi, makan terus tidur. Gak pernah keluar pergi main. Bahkan terkadang teman agak ngomong gak di sahutin. Kalo gak di ajak ngomong gak bakalan ngomong. Di Smp 3 tahun yg saya kenal cuman teman sekelas itupun karena sekelas bareng 3 tahun. Sanpe akhirnya pas SMA di sekolahin ke sekolah negri berasrama. Barulah saya mulai terbuka dan bersosialisasi. Karena di sana memang di tuntut. Sekarang udah kuliah mulai terbuka ke banyak org walaupun terkadang masih suka mengurung diri. Ngeliat kaka gita yg sekarang ini bener bener menginspirasi. Makasih banyak ya kak udah berbagi cerita dan pengalamannya.

    ReplyDelete
  31. im an introvert too, but til now i cant handle myself about it. bcs i think being an introvert is something wrong�� and i dunno how to act with people i dont fit. btw love ur blog&vlog xx

    ReplyDelete
  32. I completely can relate to this! Eventho gue masih dlm tahap mencari lingkungan yang literally will fit in me. Anyway thankyou for sharing kak git x

    ReplyDelete
  33. Gara-gara tulisan ini, gue jadi penasaran sama ciri-ciri orang yang introvert. Pas diliat di beberapa situs, ciri-ciri nya sama kaya kelakuan gue. Gue jarang super jarang banget keluar rumah, palingan cuman buat kuliah atau lari atau ada keperluan beli sesuatu, malah sama tetangga yang seumuran gue ga kenal padahal rumahnya deketan. Gue gasuka sama cara mereka make waktu cuman buat nongkrong ngobrolin orang lain yang lewat atau ah hal yang menurut gue ga penting. Tapi gue sering banget harus jadi "bukan diri gue" ketika bersosialisasi sama temen gue, karna mereka ga sama kaya gue. Jadi gue harus berpura2 ikut ngobrolin ini itu yang gue gasuka, karna gue juga butuh bersosialisasi. Makanya dari dulu, aku butuh seseorang untuk ngobrol bukan untuk bersosialisasi, dan sampe sekarang gue belum nemu. Lo beruntung git :)

    ReplyDelete
  34. hallo kk gita, salam kenal
    gw baru 3 harian ini kepo sama blog lo kk
    pas gw liat draft nya gw langsung sangat2 interested
    sama kata "introvert", gw emang selalu tertarik sih
    sama tulisan2 yg berbau kata "introvert" karena ya gw juga
    seorang yg introvert of course. pas gw baca tulisan lo,
    lo yg lebih suka ngurung diri dirumah sendirian
    daripada bergaul kesana-kemari tapi ga ada faedahnya
    selain dapet dosa dari ngomongin orang
    lo yg ga suka bercanda berlebihan dan ga penting
    agak mirip" sih sama gw gitu which is semua orang introvert
    kyk gitu sih, tp bedanya gw ditambah sangat sangat sangat kurang percaya diri
    gara" terlalu males sosialisai sampe berhari-hari
    gw jd kadang takut ketemu orang, gw juga sering takut gitu klo mau ngomong sama orang
    dan tapi ga jarang juga gara" ketakutan gw ini sering dicap sombong lah, egois apalah gitu"
    dan gw mau nanya kk gita pernah dibilang sombong juga ga sih?
    ketika kk gita lg males keluar" gitu kan otomatis ga ketemu orang"
    dan kalo iya, gimana cara kk gita nyikapinnya? apakah bodo amat kah?
    sory ya klo pertanyaan gw sangat" ga intelek dan terkesan minta tutorial hahaha

    ReplyDelete
  35. aku juga introvert ka, dan sedang di indonesia :( sedih rasanya,belum bisa membuka diri dengan banyak orang disini semenjak lahir sekarang 20 thn,sempat punya teman dekat yang cocok tuker ilmu bagi wawasan tapii ya gtuu jangankan transportasi temen pun penuh ketidakpastian disini kaa... semoga everything is well sampai keinginan aku sekolah keluar negeri lanjut s2 bisa tercapai yaa..ka gita selalu menginspirasi yaa introvert kyk aku butuh wejangan beginian hehe, semoga lancar kegiatannya yaa ka git

    ReplyDelete
  36. high five, Git. INTJ squad! walaupun gue sebenernya INTX (INTJ/P at the same time)

    ReplyDelete
  37. kok banyak yang mengakui dirinya intj setelah baca post ini.. why(?) -__-

    ReplyDelete
  38. Gua gak tau deh kalo semua orang intj merasakan hal ini, gua tuh susah banget buat impress ke sesuatu dan gua sadar kalo gua selalu nge-judge orang (of course, gua ngejudge orangnya dalam hati) dan banyak orang yang bilang kalo gua pendiem dan pemalu cuman gara-gara gua jarang ngobrol, padahal alesannya adalah gua males ngomong sama orang karena setiap gua ngobrolin sesuatu sama temen gua, mereka pasti komentarnya "lu mah banyak berfilosofi ah, gua gak ngerti. " kan kampret.

    ReplyDelete
  39. Saya baru bikin blog.
    Salah-satu tujuannya adalah untuk berinteraksi dengan Anda.
    Hanya hendak berterimakasih, setelah membaca artikel ini saya bersyukur. Ternyata di dunia ini bukan hanya saya yang merasa seperti itu.
    Awalnya saya selalu mempertanyakan diri sendiri, kenapa hanya saya saja yang nampak berbeda dengan kawan2 yang lain.
    Tapi orang seperti kita ni masih normal kah? (secara psikologi)

    ReplyDelete
  40. gak perlu dibalas komennya.
    karna saya akan segera menghilang.
    (tak nyaman pun tampil di medsos)
    wassalam

    ReplyDelete
  41. kak aku juga sama kayak kak gita (sama-sama introvert) tapi bedanya aku enggak se-berani kakak untuk muncul di social media (apalagi youtube). aku punya instagram dan itu juga aku nge-post cuman gambar-gambar biasa, but i do care with lingkungan sekitarku. apa yang lagi happening pun aku berusaha buat selalu update juga. salah satu alasan yang buat aku jatuh cinta sama jerman karena video-video kakak di Youtube doakan aku semoga dapet universitas S1 yang bagus disini dan pingin banget ngelanjutin S2 di Jerman. Salam bloggers :) ((visit my blog : http://sajaksigadis.blogspot.co.id/))

    ReplyDelete
  42. dari ngetik, hapus lagi, ngetik, hapus lagi. bingung mau mulainya gimana. kakak udah jadi inspirasi aku setelah ibu. aku makin kenal diri aku lewat tulisan2 kakak. jangan bosan nulis, ttp bikin video unik, banyak yg doain kakak. Semoga ntr bisa ketemu langsung *gatau deh kapan :v

    ReplyDelete
  43. Fellow INFJ here, no wonder i can relate with you this much

    ReplyDelete
  44. kak Gita gua mau minta solusinya dong? gua itu kesehariannya sama kaya kak Gita jarang keluar rumah jarang bersosialisasi, tapi terkadang yang gua lakuin di rumah selama 3 hari itu menurut gua gak bermanfaat karna gua ga tau lagi harus ngapain. contohnya tu gua 3 hari habisin waktu cuma buat nonton dan tidur doang.
    kak kasih rekomendasi film atau buku yang bisa bikin gua termotifasi lagi buan ngabisin waktu gua yang terbuang buat bisa lebih baik lagi.makasih.

    ReplyDelete
  45. Halo! Salam kenal! Aku juga INTJ dan aku baru aja buka-buka blog kamu. Rasanya kayak baca tulisan sendiri, sama-sama nyentilnya dan sama-sama blak-blakannya, hehehe... Sukses ya kuliahnya di Jerman!

    ReplyDelete
  46. Hallo kak git..actually for the first time I know u ,ngg sengaja banget karena ak kadng suka nontonin vlog2 make up ,eh itupun kali pertma ngeliat kk di video daily routine kalau ngg slah sekitar bbrapa bulan yg lalu...anyway ak ESTP tapi ntah knapa,ak pribadi selalu suka dengan cara berpikir anak2 introvert sometimes mereka berpikr hal yg menurut ak ngg penting buat dibicarain tapi seringny merka ngeopen minded kita kalau dunia kita tu ngg sesempit yg kite bayangkn,dri diamnya anak introvert it mereka selalu ad aj hal2 baru....so for the last keep inspiring kk,sukses buat kedepannya :)

    ReplyDelete
  47. sumpah Git, tulisan lo aksara dari pikiran gue slama ini, sama-sama introvert. thanks ya, tulisan lo inspiratif banget

    ReplyDelete
  48. Bener banget nih kak, aku juga terkadang bosen sama bahasan yang begitu2 doang. Aku dulu pernah punya ya bisa dibilang geng dan akhirnya aku agak menjauh dari mereka karena bahasan mereka itu soal cowok terus, sementara aku-nya gak suka sm hal2 yg seperti itu

    ReplyDelete
  49. *lalu introverts muncul berkomen-an* haha
    but anyway,itu karna tulisan diatas sangat sangat mengutarakan apa yang dirasakan introverts2 diluar sana.
    harus pura-pura goofy, pura-pura warm, dan sangat menginginkan pembicaraan yang 'ga ringan'.
    Fyi, dulu gue sempet down dg pengertian introvert di artikel indo yang kesannya antisosial banget, setelah dapet insight dari TEDx, Susan Chain about introverts, it really enlightening. ditambah dg explanation MBTI Myerrs Brigg. Jadi ga berpikir gue aneh sendiri, hahaa.

    Well done Gita for inspiring people out there! keep it up!

    salam hangat dari INFP :)

    ReplyDelete
  50. Hai kak Git. Suka banget sama tulisan kakak, yah walaupun telat bacanya. Aku juga INTJ dan masih ngerasa sulit buat komunikasi sama orang lain. Masih cukup kesulitan juga buat membuka diri. Anyway, makasih kak udh inspire me. Dari dulu cita-cita pengen kuliah di Jerman juga! :)

    ReplyDelete
  51. Test personality Jungian yg sejauh ini terbilang valid http://www.keys2cognition.com/explore.htm . Setiap spektrum dr fungsi kognitifmu dpt dianalisa tidak sekedar 4 huruf saja. Dan yg terpentibg tes diatas data empiriknya jelas, aktifitas otakmu sendiri termonitir EEG, serta melibatkn hasil tes sampel lbh dr 200 orang secara neuroscientifically tentunya

    ReplyDelete
  52. glad to got an article like this. worth to read, of course. gue pribadi masih worried about my truth personality. dan awalnya gue nggak tau tolak ukurnya gimana. sampai akhirnya gue nemuin website yg berisi content ttg MBTI dan blog ini tentunya. gue mencoba menganalisa diri gue dan sejauh ini kepribadian yg menurut gue mendekati diri gue sendiri yaitu INFP & INTJ. gue masih blm tau gue itu termasuk pihak yg mana. krn kalo gue liat, mereka berdua punya banyak kesamaan. which means gue ngerasa cocok juga didiri gue. gue punya banyak temen, gue bisa dibilang mudah bergaul sama siapapun (yah walau literally nggak bs dibilang mudah juga) . dari yg pendiem, nakal, biasa, cerewet. gue punya banyak temen. tapi gue ngerasa kalo gue cuma bisa ngomong dan nyaman sama satu dua orang. for sharing anything with others feel like insecure to me. kadang gue bingung saat hrs mengemukakan pendapat atau sekedar sharing hal ringan sama orang lain. krn itu nggak akan nyambung dan rasanya hah.. gue lebih nyaman berjam jam sama buku dr pada dengerin ocehan temen2 gue yg gue nggak tau lagi pada dibawa kemana. kadang gue cuma nge 'iya' in omongan orang krn gue males berargument ttg hal kecil sekalipun. gue ngerasa entah knp bisa dgn mudah menelaah tingkah laku seseorang, sikap dan omongan dia apakah suatu kebohongan atau bukan, apakah org kaya gini adalah orang yg bs melebur sama gue atau tdk. makanya gue ngerasa less insecure. kalo sama orang baru gue bener2 nggak bisa memulai interaksi, gue biasanya cuma diem dan diem. dan kadang gue bingung sama orang yg bilang 'lo ceria banget dah, nggak pernah galau, nggak pernah ada masalah kali ya?' , gue cuma bisa '?' dan mengakhirinya dgn senyum. disisi lain 'lo diem banget si ma, lo tu terlalu diem tau nggak? lo tu kaya hidup didunia lo sendiri, orang mau berinteraksi sama lo jd bingung.' dan dari sana orang bilang gue aneh, aneh dan aneh. dan saking muaknya ttg hal tersebut gue kadang bilang 'iya gue aneh, mungkin krn gue ini vampir jd nggak bisa bergaul sama manusia.' apakah ini yg dinamakan introvert-ekstrovert? gue nggak tau perpaduan macam apa itu dalam satu jiwa. kadang dulu gue mencoba utk menjadi org lain supaya personality gue bs lebih related sama org lain. tp yah, jd orang lain itu susah, nggak enak, maka gue pun kembali menjadi diri gue sendiri. yg lebih suka dirumah, bilang 'nggak' saat diajak main, ngabisin hari sama buku dan dvd, berpenampilan tanpa memikirkan mode. yg pasti gue ngerasa terganggu dengan kata aneh yg kadang mereka sematkan ke gue. dalam diamnya gue, orang lain nggak tau kalo otak gue rame banget. dalam diamnya gue, kadang gue cuma mau mengobservasi kehidupan. krn saat kita memulai sesuatu kaya life observer, it kinda.. awesome, dimana kadang kita menyadari beberapa hal yg terlambat kita sadari, atau orang lain belum tentu sadari. kita belajar dan mendapat hal baru dr semua itu, gimana moral bisa dibaca dalam sedikit tutur kata, sekilas kedipan mata.
    tapi semakin kesini gue jg berusaha untuk memanage diri gue, personality gue supaya bs lebih mudah dimengerti org lain. walau yah, baru tindakan2 kecil aja si, gue bahkan bingung harus mulai dr mana. tapi, segimanapun anehnya gue dimata orang, gue nyaman dgn diri gue sendiri. terlepas dari jenis kepribadian apakah gue ini. i just feel comfort about myself. noh kan, krn tulisan, komentar gue jadinya melebihi artikelnya kak gita. maaf ya kak. uneg2 hehe. and thank for this article, that someone like me, like us, can finally understand our self or something that we aren't notice at all. terima kasih untuk blog dengan wadah inspirasinya. keep rising.

    ReplyDelete
  53. glad to got an article like this. worth to read, of course. gue pribadi masih worried about my truth personality. dan awalnya gue nggak tau tolak ukurnya gimana. sampai akhirnya gue nemuin website yg berisi content ttg MBTI dan blog ini tentunya. gue mencoba menganalisa diri gue dan sejauh ini kepribadian yg menurut gue mendekati diri gue sendiri yaitu INFP & INTJ. gue masih blm tau gue itu termasuk pihak yg mana. krn kalo gue liat, mereka berdua punya banyak kesamaan. which means gue ngerasa cocok juga didiri gue. gue punya banyak temen, gue bisa dibilang mudah bergaul sama siapapun (yah walau literally nggak bs dibilang mudah juga) . dari yg pendiem, nakal, biasa, cerewet. gue punya banyak temen. tapi gue ngerasa kalo gue cuma bisa ngomong dan nyaman sama satu dua orang. for sharing anything with others feel like insecure to me. kadang gue bingung saat hrs mengemukakan pendapat atau sekedar sharing hal ringan sama orang lain. krn itu nggak akan nyambung dan rasanya hah.. gue lebih nyaman berjam jam sama buku dr pada dengerin ocehan temen2 gue yg gue nggak tau lagi pada dibawa kemana. kadang gue cuma nge 'iya' in omongan orang krn gue males berargument ttg hal kecil sekalipun. gue ngerasa entah knp bisa dgn mudah menelaah tingkah laku seseorang, sikap dan omongan dia apakah suatu kebohongan atau bukan, apakah org kaya gini adalah orang yg bs melebur sama gue atau tdk. makanya gue ngerasa less insecure. kalo sama orang baru gue bener2 nggak bisa memulai interaksi, gue biasanya cuma diem dan diem. dan kadang gue bingung sama orang yg bilang 'lo ceria banget dah, nggak pernah galau, nggak pernah ada masalah kali ya?' , gue cuma bisa '?' dan mengakhirinya dgn senyum. disisi lain 'lo diem banget si ma, lo tu terlalu diem tau nggak? lo tu kaya hidup didunia lo sendiri, orang mau berinteraksi sama lo jd bingung.' dan dari sana orang bilang gue aneh, aneh dan aneh. dan saking muaknya ttg hal tersebut gue kadang bilang 'iya gue aneh, mungkin krn gue ini vampir jd nggak bisa bergaul sama manusia.' apakah ini yg dinamakan introvert-ekstrovert? gue nggak tau perpaduan macam apa itu dalam satu jiwa. kadang dulu gue mencoba utk menjadi org lain supaya personality gue bs lebih related sama org lain. tp yah, jd orang lain itu susah, nggak enak, maka gue pun kembali menjadi diri gue sendiri. yg lebih suka dirumah, bilang 'nggak' saat diajak main, ngabisin hari sama buku dan dvd, berpenampilan tanpa memikirkan mode. yg pasti gue ngerasa terganggu dengan kata aneh yg kadang mereka sematkan ke gue. dalam diamnya gue, orang lain nggak tau kalo otak gue rame banget. dalam diamnya gue, kadang gue cuma mau mengobservasi kehidupan. krn saat kita memulai sesuatu kaya life observer, it kinda.. awesome, dimana kadang kita menyadari beberapa hal yg terlambat kita sadari, atau orang lain belum tentu sadari. kita belajar dan mendapat hal baru dr semua itu, gimana moral bisa dibaca dalam sedikit tutur kata, sekilas kedipan mata.
    tapi semakin kesini gue jg berusaha untuk memanage diri gue, personality gue supaya bs lebih mudah dimengerti org lain. walau yah, baru tindakan2 kecil aja si, gue bahkan bingung harus mulai dr mana. tapi, segimanapun anehnya gue dimata orang, gue nyaman dgn diri gue sendiri. terlepas dari jenis kepribadian apakah gue ini. i just feel comfort about myself. noh kan, krn tulisan, komentar gue jadinya melebihi artikelnya kak gita. maaf ya kak. uneg2 hehe. and thank for this article, that someone like me, like us, can finally understand our self or something that we aren't notice at all. terima kasih untuk blog dengan wadah inspirasinya. keep rising.

    ReplyDelete
  54. A Sky Full of GhostsJuly 3, 2017 at 6:13 PM

    Beneran nih INTJ, Kak Gita? Gue lumayan sering ketemu orang INTJ, tapi menurut gue beda banget sama kamu deh kak. Apa mungkin perasaan gue aja kali ya. Soalnya tes-tes beginian nggak pasti juga. Isaac Newton aja masih sering dianggep INTP, Sherlock juga yang menurutku obviously INTJ sering dibilang INFP, ENTJ, bahkan ENFP hahah. Anyway, test-nya di mana? 16 personalities? Kalo boleh saran coba di K2C, di situ mendetail dan pake pendekatan neurosains, beda sama web lain yang cuma ngandelin pilihan yang dipilih aja.
    Sekian. Tetap ngeblog dan menginspirasi Kak Gitaaa!

    ReplyDelete
  55. Kita sama klo gitu, saya juga INTJ. Di lingkaran pergaulan yang buat kita nyaman ampe bisa ngobrol ini itu orang orang malah gak percaya kita introvert. Tapi dilingkungan pergaulan yang isinya orang orang yang gak buat kita nyaman ya kita bakal diem, dan dianggap arrogant, gak suka bergaul dll.

    ReplyDelete
  56. Halo salam kenal ka git. Lihat coment youtube trs mampir blognya ka gita soalnya bilang kalo gita introvert. Pernah tau doang yg kayak ginian.. dan akhirnya mulai ngerti dan pengen cari tau. Dan mungkin aku introvert. Kirain ya pemalu aja atau beda bahkan aneh. Dulu kita bisa beda2in karakter orang dengan golongan darah, mungkin nanti wawasan orang bisa lebih trbuka dgn introvert-ekstrovet. Tapi balik lagi intinya setiap orang berbeda. Kita harus bisa menghargai dan mengerti sifat masing2. Atau jaga privasi orang lain. Mungkim baik ekstrovet atau introvert punya usaha sendiri2 untuk ada di garis normal atau bisa diterima. Yang ekstrovet mereka harus bisa menahan diri untuk yg inteovert dia berusaha membuka/mengerti orang lain. Ka gita buktiin sendiri, jangan dimanjakan jd introvert dgn mulai mencari teman baru.. karena iya kita dijarkan untuk bermuamalah yang baik. Yang seperlunya.

    ReplyDelete
  57. I cant say anything , but it's truly the truth of introvert life circle must be going dinamis with someone who have the same think to make "pembicaraan yg berkualitas" bukannya aneh tpi pergaulan emg mudah dibuat menurut gue, cuman sebagai introvert yah gue harus gitu kluar rumah cuman buat ngilangin kepenatan gue alias gue mau liat perkembangan dunia luar hahaha kali aja ada yg seru hehe kyak film (gue nonton sendiri dan gue nyaman) kalo masalah kenalan,temenana,gosip,jalan2 sama temen pernah sih cuman yah , arggghhh gue diem aja kalo dibawa jalan sama temen soalnya yah gitu... I cant express bagaimana sudut pandang gue sebenarnya sulit terkatakan hahaha and how bored I am at that time, mending dikamar gue mengoreksi diri gue dan menata masa depan gue kayak gimana nantinya , speerti itulah gue, kebanyakan tetangga gue malah ngatain gue "gila" and "aneh" karna pernah sekali gue marah tiba2 sama org yg selalu gangguin gue alias yah nyari perhatian gue (mungkin nih yah...) karna gue males dia ajakin kenalan dan basa basi alias ladenin diaa depan pagar gue yg sebnarnya gue pengen banget istirahat dri sekolah pengen langsung tidur ,makan dan kalo ada tugas segera selsaiin gotu...,emg sih kalo gue kemana mana bener2 harus penting dan gue emg sering kok temenan sama org baru tpi saat yg sama gue bakal bosan juga dan memilih menyendiri saat topik pembahasan gak sejalan sama pemikiran gue , pling malas kalo mesti ketawa2 hahahihi yg gue dahh enegggg bangetttt kayak mau cabut aja dri rumah temen hahaha rreallyy hard to change my mood bisa setahun nyaman dikamar dan ngobrol sama org mampunya hanya 15menit palingggg lama hahaha yed I am ,pernah tuh dikira muka dua sama temen gegara gue kadang berusaha gitu jdi org lain intinya gue gak ngerti lgi , nyaman dengan dunia gue selalu tuh yak , makasih kak git atas blognya

    Thanksss,,,share is caring

    ReplyDelete
  58. I cant say anything , but it's truly the truth of introvert life circle must be going dinamis with someone who have the same think to make "pembicaraan yg berkualitas" bukannya aneh tpi pergaulan emg mudah dibuat menurut gue, cuman sebagai introvert yah gue harus gitu kluar rumah cuman buat ngilangin kepenatan gue alias gue mau liat perkembangan dunia luar hahaha kali aja ada yg seru hehe kyak film (gue nonton sendiri dan gue nyaman) kalo masalah kenalan,temenana,gosip,jalan2 sama temen pernah sih cuman yah , arggghhh gue diem aja kalo dibawa jalan sama temen soalnya yah gitu... I cant express bagaimana sudut pandang gue sebenarnya sulit terkatakan hahaha and how bored I am at that time, mending dikamar gue mengoreksi diri gue dan menata masa depan gue kayak gimana nantinya , speerti itulah gue, kebanyakan tetangga gue malah ngatain gue "gila" and "aneh" karna pernah sekali gue marah tiba2 sama org yg selalu gangguin gue alias yah nyari perhatian gue (mungkin nih yah...) karna gue males dia ajakin kenalan dan basa basi alias ladenin diaa depan pagar gue yg sebnarnya gue pengen banget istirahat dri sekolah pengen langsung tidur ,makan dan kalo ada tugas segera selsaiin gotu...,emg sih kalo gue kemana mana bener2 harus penting dan gue emg sering kok temenan sama org baru tpi saat yg sama gue bakal bosan juga dan memilih menyendiri saat topik pembahasan gak sejalan sama pemikiran gue , pling malas kalo mesti ketawa2 hahahihi yg gue dahh enegggg bangetttt kayak mau cabut aja dri rumah temen hahaha rreallyy hard to change my mood bisa setahun nyaman dikamar dan ngobrol sama org mampunya hanya 15menit palingggg lama hahaha yed I am ,pernah tuh dikira muka dua sama temen gegara gue kadang berusaha gitu jdi org lain intinya gue gak ngerti lgi , nyaman dengan dunia gue selalu tuh yak , makasih kak git atas blognya

    Thanksss,,,share is caring

    ReplyDelete
  59. iya kak git...males ngobrol kalau begitu-begitu doang.
    Mau nanya kak git gimana cara nanggepin orang yang ngeremehin kamu dan padahal kamu mau tidak mau sering ketemu mereka ?
    "Keepinspiring"

    ReplyDelete
  60. Aku punya masalah yang sama seperti ka gita malas untuk bersosialisai dan susah buat ngelakuinnya

    ReplyDelete
  61. Aku hampir sama seperti ka gita malas untuk bersosialisasi dan susah buat ngelakuinnya, sampai kalau ada yang chat gadibalas

    ReplyDelete
  62. OMG I'm an INTJ too.. I'm currently unemployed because for some reason i don't like office life (the politics, the unbalance life etc),i just can't see why i have to spent most of my time and energy in a place that will never make me grow.. I'm still figuring out what i'm gonna do with my life tho and marriage is not the answer (oh please)..

    ReplyDelete
  63. Aku INTP kak Git. Kayaknya aku level introvertnya lebih parah. Tahan mengerjakan sesuatu sendiri selama seminggu dan keluar kosan cuma buat cari makan. Hahaha. Tapi introvert bukan berarti ansos dan gak punya teman.

    ReplyDelete
  64. Malu mesen makanan/minum pokoknya yg serba mesenlah,malu/males angkat telpon,Malu selfie sama temen",Kalo di depan kelas yg tadinya udh hapal Jadi gahapal,Jadi malah gemeteran,keringet dingin-_-, ini termasuk introvert atau bukan Ka?

    ReplyDelete
  65. Akhirnya gue dapet jawaban atas pertanyaan yang telah lama dikening.

    Mengapa adakalanya gue merasa tidak nyaman bahkan ingin segera mengakhirinya obrolan dengan seseorang sementara dilain waktu gue bisa nyaman ngobrol dengan seseorang lainnya.

    Karena gue bersama dengan orang yang tepat.

    Anyway, I'm INFP

    ReplyDelete
  66. can relate to your opinion ka, I'm INFJ, yg mana cuma ada 0,8% dari penduduk dunia (paling langka) INFJ hampir persis dgn INTJ bedanya kami lebih 'perasa' dan itu membuat kami lebih susah lagi dalam bersosialisasi dgn sekitar, jujur aku jauh lebih nyaman berteman dgn org yg umur nya jauh di atas aku :""")

    ReplyDelete
  67. suka banget kak sama tulisan ini,ini inspiratif banget buat mengenal diri sendiri, dan pastinya buat bersikap ke lingkungan tapi nyaman jg dikita.

    tapi susah jg ya kak, kadang harus jadi orang lain buat kliatan ngerespon walaupun dalam diri udah nolak bnget.

    semnagt kak git!

    ReplyDelete
  68. Kak Gita, kepo deh aku, pertama kali Kak Gita tau MBTI dari mana? Terus kak Gita tesnya dimana?

    ReplyDelete
  69. Setelah baca tulisan ini, ngerasa kalau lagi baca kisah sendiri :') Udah lama banget mikir kenapa aku gabisa kaya orang lain yang outgoing, setelah baca ini jadi ngerti hehe

    ReplyDelete
  70. Gue ENFP nih git, fix kita cocok yaa.

    ReplyDelete
  71. Introvert...
    Saya tidak ansos hanya cara sosialisasi saja yang tidak sebaik para ekstrovert. Saya tidak bisu hanya entah kenapa otak kami lebih banyak berbicara daripada bibir kami. Entah kenapa dunia serasa milik para ekstrovert, mungkin bukan karena kami sedikit tapi karena kami hidup dengan senyap.

    ReplyDelete
  72. kak, INTJ nya A atau T, aku juga INTJ tapi yang T hehe. btw postnya mantap

    ReplyDelete

Show your respect and no rude comment,please.

Blog Design Created by pipdig